Sabtu, 10 November 2012

TINGKATAN NAFSU, SIFATNYA dan EGO-EGO KEINGINANNYA

“Jika engkau ingin memiliki kebahagiaan haqiqi, maka kendalikanlah nafsu
untuk menuruti tujuanmu.

Tundukkanlah nafsumu untuk mentaati Tuhanmu, lawanlah nafsumu jika dia
mengajak membangkang kepada Tuhanmu.”

Nafsu itu ada beberapa bagian, di antaranya:

1. Nafsu Ammarah
Nafsul ammarah itu hal keadaannya itu cenderung kepada kejahatan dan
sebagian sifatnya itu Jahil, kikir, takabbur, suka berkata-kata yang
sia-sia, banyak marahnya, rakus, dengki, Lalai dan buruk akhlaqnya
serta suka menyakiti manusia lainnya dengan kata-kata atau tindakannya.
ini adalah seburuk-buruknya tingkatan nafsu.

Untuk melawan nafsu ini selain berusaha untuk tidak menurutinya,
sebagian ulama ahli shufi menganjurkan untuk memperbanyak dzikrullah di
saat duduk, berdiri atau berbaring dengan Lafaz dzikir seperti ini LAA
ILAAHA ILLALLAAH. Supaya Ia terlepas dari nafsu ini

2. Nafsul Lawwamah
Nafsul Lawwamah itu hal keadaannya itu menyukai akan hal yang di
perintah Tuhannya dan suka berbuat ibadah.
Sifat-sifatnya itu tidak menyukai perbuatan maksiat dan kejahatan dan
selalu menyesali seraya bertobat manakala ia berbuat maksiat tatkala ia
lupa.

Sifat ujub, Riya, banyak I'tiradh (berprasangka buruk) kepada manusia
lainnya, Suka di kenali orang (Masyhur), dan Suka jadi pemimpin turut
serta menghiasi Nafsu ini, lantaran masih ada setengah Nafsul ammarah
yang tinggal di hatinya.
Dan orang yang berada pada martabat Nafsul lawwamah ini Ia suka
bermujahadah ya'ni gemar memerangi nafsunya yang ammarah dan Ia senang
sekali bersesuaian dengan hukum syara.

Nafsul lawwamah ini Ia gemar mengerjakan perbuatan-perbuatan taat,dan
Ia tidak beramal karena manusia, Ia beramal karena Tuhannya.
Akan tetapi di hatinya masih terselip rasa suka di puji, padahal Ia
memerangi sifat suka di puji itu, namun Ia tidak kuasa
menghilangkannya.

Andai saja Ia mampu menghilangkan itu maka derajatnya akan beralih
kepada Nafsul Mulhamah.

Sebagaimana nafsul ammarah yang sudah di sebutkan di atas tentang
anjuran amaliah, maka pada bagian nafsul lawwamah ini pun ada amaliah
yang di anjurkan,,

Lafaz dzikrullahnya berbeda yaitu
ALLAH..ALLAH..ALLAH

3. Nafsul Mulhamah
Nafsul Mulhamah ini hal keadaannya itu Syuhud akan Af'al/perbuatan
Tuhannya. (Syuhud itu adalah memandang/menyaksikan dengan mata dan hati)

Orang yang berada pada martabat Nafsul Mulhamah itu, Hatinya senantiasa
memandang bahwa sekalian perbuatan itu terbit dari Tuhannya karena
telah nyata haqiqat iman dan yaqin dalam hatinya bahwa sekalian
perbuatan itu terbit daripada qudrat dan iradat Tuhannya dan selain
daripada Tuhannya itu tiada sekali-kali mempunyai perbuatan pada
haqiqatnya.

Dan sifat-sifat Nafsul Mulhamah ini yaitu Murah hati, qana'ah, Tawadhu,
Sabar, Tidak mudah marah (hilm), Pemaaf, mahabbah (cinta dengan
Tuhannya) dan lain-lain sifat kepujian.

Orang yang sampai pada martabat ini maka anjuran dzikrullahnya berupa
HUU..HUU..HUU hingga beralih martabatnya kepada Nafsul Muthma'innah.

4. Nafsul Muthma'innah

Keadaannya itu Tenang dan tetap hati kepada Tuhannya dan sifatnya itu
Murah hati, Syukur, Sabar, Tawakkal, Hilm (tidak cepat marah),Ridha
dengan qada dan qadar, berakhlaq seperti Nabi Muhammad Shallallaahu
alaihi wasallam, mengikuti Ia akan segala perkataan dan perbuatan Nabi
S.AW(Muthaaba'ah)

Orang yang berada pada martabat Nafsu ini membanyakkan Dzikrullah
dengan bunyi HAQ/YA HAQ.

5. Nafsur Raadhiyah
Adapun sifat nafsu ini adalah tidak suka kepada sesuatu selain
Tuhannya, Ikhlas, Wara, Lalai Ia pada sesuatu selain Tuhannya karena
asyik dalam samudera syuhud pada Tuhannya, Ridha Ia dengan apa yang
sudah di tentukan oleh Tuhannya dengan tiada syak wasangka dan protes.

Suka mengajak kepada kebaikan dan suka melarang apa yang sudah dilarang Tuhannya,dan Kata-katanya selalu memberi manfaat.

Orang yang berada pada tempat ini senantiasa brdzikir dengan YA HAYYU
supaya hilang maqam Fana nya itu dan hasil baginya maqam Baqa..

6. Nafsul Mardhiyyah
Sifat nafsu ini yaitu berperangai baik, lemah lembut, mengajarkan
kebaikan, pemaaf,dan kasih sayang.

Dan dzikrullahnya orang pada martabat ini yaitu YA QAYYUM.

7. Nafsul Kaamilah
Bersifat dengan segala kebaikan.

Adapun orang yang berada di martabat ini di sebut Waliyullah atau
Awliya Allah.

Waliyullah itu adalah seorang yang hatinya di penuhi dengan sifat-sifat
terpuji, akhlaqnya pun seperti Rasulullah, tindakannya pun seperti
Rasulullah, senantiasa dzikrullah dalam keadaan berbaring, duduk dan
berdiri.. wallahu a'lam (dipetik dari Asad Almaliki – Ujung Pena Maya)

Mendidik Manusia Seutuhnya – Kecerdasan Spiritualitas Kesejatian dan Etika Nurani. / 8 November 2012.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar