Sabtu, 10 November 2012

Saatnya Tinggalkan Keberagamaan Paganistik 'Tekstual-Normatif-Dogmatik-Legal-Formal-Simbolik'

Saatnya kita semua meninggalkan keberagamaan yang paganistik 'tekstual-normatif-dogmatik-legal-formal-simbolik' yang yang kontraproduktif bagi terbangunnya Kekeluargaan Spiritualitas Rahmat Cinta Kasih (Ukhuwah Rahmaniah), Kekeluargaan Seagama (Ukhuwah Diniyah/Islamiyah/Katolokiah dsb), Kekeluargaan Ban

gsa (Ukhuwah Wathoniah) dan Kekeluargaan Kemanusiaan Transenden (Ukhuwah Insaniah).

Keberagamaan berkesadaran rendah dan terbelakang yang disayangkan dan digelisahlan oleh Gus Dur, Cak Nur, Emha, Gus Mus, Qodri Azizi, Hussein Nasr, Kuntowidjoyo, KH Hasyim Muzadi, Habib Qurasy Sihab dkk.

"Keluarlah dari lingkaran waktu, masuklah ke lingkaran cinta." kata Rumi.

Kepada keberagamaan 'Jalan Tengah' yang penuh rahmat-metta karuna- cinta kasih yang welas asih - yang melampaui dualisme kehidupan, melampaui warna-warni rasa dan pelangi realitas.

Keberagamaan kemanunggalan esoterik yang sejati bagi hilangnya EGO-KEAKUAN PARTIKULAR PRIBADI/KELOMPOK dan duduknya Ego Universal Ilahi pada diri.
Keberagamaan “Akhlak Karimah - Rahmatan Lil Alamin” yang merahmat cinta kasih-welas asihi segenap semesta publik, membentangkan potensi Ilahi sesama dan seluruh makhluk, membahagiakan semua makhluk.

Kanjeng Nabi Muhammad bersabda, "Belum beriman kalian, sebelum menyintai sesama seperti menyintai diri sendiri." Begitupun sabda beliau,"Siap tak menyinta kasihi, takkan dicinta kasihi 'oleh Sang Maha Cinta Kasih' - Man layarham, la yurham". "Membunuh satu jiwa manusia sama dengan membunuh seluruh manusia, menyelamatkan satu jiwa manusia sama dengan menyelamatkan seluruh manusia" (Al Ayat).

"Sabbhe satta bavahantu sukitata - Semoga semua makhuk berbahagia."

Pondasi Filosofi Kemanunggalan Esoteris “Semua Satu, Satu Semua – Bhinneka Tunggal Ika”, Mendidik Manusia Seutuhnya – Kecerdasan Spiritualitas Kesejatian, Etika Nurani, Integritas Sosial, Budaya Bangsa dan ‘Civic Culture – Demokrasi’ Politik./ 23 Oktober 2012.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar