Sabtu, 10 November 2012

Puji Sang Abadi pada Sang Abadi Sendiri

Matahari berduka, goyangkan semesta, planet-planet bertasbih di jalur manzilah ’jalan-jalan ’naga raja, angin bergerak, dorong hawa-hawa – api api – embun-embun,

apatah nyeri tubuh adam ini, apatah rasa warna warni ini, senyum ramah bulan, mencelup lautan cahaya Ke-Ilahian, butir pasir berdesir ”sir sir sir”, pada batas laut dan darat, pada batas laut da

n laut,

O, permata raja kelana, mutiara laut pembatas, ning kasih para kekasih, Raja Diraja Keagungan, Qadim Abadi dalam permainan ’coba ketiadaan’,

Salam, syalom, shaolin ya kekasih agung Abu Dzarr,
pancaran Isa ”Sang Ruh Allah”.

Puji Sang Suci pada Sang Suci,
puji Sang Suci pada Sang Abadi,
puji Sang Abadi pada Sang Suci,
puji Sang Abadi pada Sang Abadi sendiri.

(Jakarta, 29 Oktober 2012).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar