Sabtu, 10 November 2012

Perjuanganmu Akan Lebih Sulit Karena Melawan Bangsamu Sendiri

Mari kita, maju terus pantang surut dan mundur , gulirkan gerakan “emansipasi penyadaran”, bagi anak-anak bangsa yang sekarang ini tertidur – tak sadar dijajah oleh sistem penjajahan baru – Nekolim- Neo Imperialis – Sistem Mafioso Kekaisaran Korporatokrasi Global dan Lokal yang superdahsyat daya destrosi peradabannya (ribuan kali lipat

dari penajajah Belanda). Yang dahsyatnya lagi Kaum Penjajahan Baru tersebut mampu ‘memperalat elit-elit bangsa/aparat negara menjadikan mereka budak-kuli-konco-pelayan mereka (menjajah bangsa sendiri).

Lihatlah jeritan teriakan getir Suara Rakyat yang telah muak melihat kebobrokan sistemik ‘mesin negara yang tersandera’ ini:

“HASIL RENUNGAN SOEMPAH PEMOEDA 2012:

PEMERINTAH = MALING TERIAK MALING
PARLEMEN = MALING TERIAK MALING
KOALISI PARPOL = MALING TERIAK MALING
PEJABAT = SEBAGIAN MALING TERIAK MALING
BIROKRAT = SEBAGIAN MALING TERIAK MALING
APARAT = SEBAGIAN MALING TERIAK MALING

SOLUSI: GANYANG SEMUA MALINGNYA DAN SELAMATKAN NKRI SECEPATNYA !! | SALAM MERDEKA TANPA REZIM MALING LAGI |

Nubuah Bung Karno bahwa, “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”, saat ini benar-benar telah terjadi.

Dengan rumusan bahasa yang senada Jamaluddin Al-Afghani berkata: "Ketika metode asing merambah suatu bangsa, Anda akan melihat para pengekor di tengah-tengah bangsa itu adalah orang yang pertama kali menerima kehadiran orang-orang asing dan menawarkan diri untuk melayani mereka. Seolah-olah para pengekor itu adalah bagian dari orang-orang asing itu. Mereka menganggap dominasi asing atas negara mereka sebagai keberkahan terbesar bagi mereka...."

Gerak maju penyadaran ‘kesadaran publik’, dari yang kini berkesadaran ‘banal-magis’, moga naik menjadi berkesadaran ‘kristis-emansipatoris’, lalu naik kepada ‘kesadaran Transformasi Sosial Holistik’ kemudian berkesadaran liberasi-pembebasan, membebaskan diri dari cengekraman kaum penjajah baru tersebut ‘memandirikan dirinya, memberdayakan dirinya, membebaskan ruang publik’ miliknya, menjadikan Ideologi Pancasila ‘Hidup, Relevan, Aktual Mengejawantah di Ruang Kehidupan Kita’.

Menjadi ’Generasi Kaum Terbaik Bangsa’ Seperti telah dinubuahkan Sang Ilahi Rabbi, tentang umat/kaum terbaik ’bangsa’:

”Kalian lah umat terbaik ’bangsa’ (choiro ummatin), diturunkan ke tengah bangsa manusia dengan ’kesadaran peran kesejarahan’ (ukhrijat linnas), yang:

1.menggulirkan gerakan penyadaran kepada ’kesadaran pandangan terang/eling/mindfull’ jalan-jalan kebajikan (ta’muruna bil ma’ruf),

2.menggulirkan gerak ’hijrah’ transformasi sosial holistik – pembebasan bangsa dari sistem kaum penjajah/penindas yang ’munkar –jahili – tak berkeadaban’, yang ’menista-menindas bangsa ini sejadi-jadinya’ (wayanhauna anil munkar), serta

3. menggulirkan gerak ’transendensi celupan Ilahiah yang memeluk/merekatkan semua dalam kesatuan cahaya cinta-kasih-Nya’ (wayu’min billah)” – (QS. Al Imran 3:110).

Mendidik Manusia Seutuhnya – Kecerdasan Etika Nurani, Integritas Sosial, Budaya Bangsa dan ’Civic Culture – Demokrasi’ Politik, Paradigma Pandangan Dunia NASAKOMSOS – Kebangsaan Sosial Relijius”./ 29 Oktober 2012.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar