Sabtu, 10 November 2012

Meraih ’Damai’ Kenal Diri, Menyinta Kasih-Welas Asihi Segenap Makhluk

Permainan hidup, menurut Ki Ageng Suryomentaram, terletak pada rasa yang saling berlawanan (roso kosok wangsul)-nya, rasa mulur dan rasa mungkret. Darat - Laut, Pria - Wanita, Materi - Batin, baik-buruk/jahat, gelap-terang, Susah - Senang, nama - rupa, gampang - sulit, dunia - akhirat, langit - bumi, problematika ”dualisme kehidupan”.

Dinamika rasa saling berlawanan, bermain di antara akal memori yang mencatat ‘catatan-catatan’, perangkat persepsi, rasa warna-warni, variasi ‘Citta’ kesadaran (baik/kusala dan jahat-buruk/akusala) dan aneka ragam ‘Cetasisika’ faktor-faktor batin kesadarannya.

Para penempuh jalan kesejatian ‘suluk saloka jiwa – purifikasi penyucian jiwa’, berjuang lakukan ‘pangawikan pribadi/ meneliti-mengenal diri’ menjadi ‘pengamat’ dan ‘pejuang kebijaksanaan’ yang ahli, untuk memilah dan memilih masuk ke pusaran arus inti ‘amal karma Jalan dan Buah’ kesejatian diri.

Posisi tengah-tengahnya, menjadi kaum tengah (ummatan wasathon), dengan Spiritualitas-Filsafat-Ideologi-Pandangan Dunia 'Jalan Tengah - Milah Ibrahim yang lurus - rasa sejati - cinta kasih - bahagia - 'kenal diri, kenal Tuhan' - kesadaran kemanunggalan Ego Universal Ilahi – “Aku Universal’.

Imam Ali As. sebagai ‘Raja Diraja Kebijaksanaan’ merumuskan ‘Kalam Jalan Tengah’ nan indah, “Orang-orang yang bertakwa merasakan kenikmatan dunia dan kenikmatan akhirat. Mereka menikmati dunia bersama para pecinta dunia. Sementara pecinta dunia tidak akan merasakan kenikmatan akhirat bersama orang-orang yang bertakwa.”

Mereka damai dan percaya dengan diri sejatinya sendiri, merahmat -metta karuna - cinta kasih welas asihi segenap semesta publik/makhluk, membentangkan potensi Ilahi sesama dan segenap makhluk (Rahmatan lil alamin). Membahagiakan segenap makhluk.

"Sabbhe satta bavhantu sukitata - Semoga semua makhluk berbahagia."

Pondasi Filosofi Kemanunggalan Esoteris ”Semua Satu, Satu Semua – Bhinneka Tunggal Ika”, Mendidik Manusia Seutuhnya – Kecerdasan Spiritualitas Kesejatian./ 9 November 2012.
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar