Sabtu, 10 November 2012

Mari terus berperang melawan penyakit TBC (Tahyul-Bid'ah-Khurafat) sampe kiamat dengan membunuh keraifan 'lokal dan eksistensial universal', mari kita terus menyembah teks dengan keberagamaan yang 'dungu',kering tak bermakna 'kulit tanpa isi', eksoteris tanpa esoteris, berfiqih tanpa bertasawuf, bersyariat tanpa berhakikat, mari kita terus pelihara gerak involusi umat (sentripetal saling menegasik
an, saling memental-mentalkan-menghancurkan-melemahkan-saling mengklaim kebenaran hanya miliknya) dengan keberagamaan paganik 'tekstual-dogmatik-normatif-legal-formal-simbolik' sementara kaum 'Da'jali Iblisi' menari-nari mengadu 'domba-jangkrik' kita, melumpuhkan potensi umat, melemahkan kekeluargaan umat - kesatuan organik umat, menjajah - mengeruk 'sumber- sumber daya' hak milik rakyat/umat dengan sejadi-jadinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar