Sabtu, 10 November 2012

Dunia Dimana? Akhirat Dimana? Kiamat Dimana?

"Tak ada waktu tuk istirahat.,Istirahatnya diakhirat saja nanti.," (kata Kang Jalal, dipetik dari Zahra Al-musthafa)

Akhirat dimana? Dunia dimana? Kiamat dimana?

Rabiah Al Adawiyah tak kepingin surga, juga tak takut neraka, bahkan dia memohon kepada Tuhan agar neraka ditutup dengan ’eksistensi’ dirinya sehingga tak ada satupun orang yang kan masuk

neraka,.

Syaikh Abdul Qadir Jailani Ra.katakan: “Barang siapa menghendaki kehidupan akhirat, maka wajib baginya mengabaikan dunia. Barang siapa menghendaki Allah, maka wajib baginya mengabaikan kehidupan akhirat.”

Muminya Firaun kasihan sekali, disiksa, sudah nunggu kiamat lebih dari 2300-an tahun belum kiamat-kiamat juga.

Problem "Kemenduaan Dua Alam - Dualisme Kehidupan"!.

Sepertinya kita mesti panggil Kyai Semar - Plato – Nabi-nabi – ‘Ibrahim-Rama-Krisna’ sumber simbol cahaya kaum Semithis Aria – Buddha – Yesus-Isa “Sang Ruh Allah” – Imam Ali As – Abayazid – Ibn Arabi – Syekh Abd. Qadir Jailani – Faqih Al Muqaddam – Suhrawardi – Al Hallaj – Jalaluddin Rumi - Syekh Siti Jenar – Sunan Kalijogo- Syekh Yusuf Al Makasri – Rnggowarsito – Mulla Sadhra atau Ki Ageng Suryomentaram – Bung Karno – Imam Khomeini dkk., untuk bantu kita menyelesaikannya!

yang pasti Al Qaim – Al Mahdi – Sohibuzzaman yang kan selesaikan problematika kehidupan kita.

Allohumma sholli wasallim ala Muhammad waali Muhammad.

Mendidik Manusia Seutuhnya – Kecerdasan Spiritualitas Kesejatian, Pondasi Filosofi Kemanunggalan Esoteris “Semua Satu, Satu Semua – Bhinneka Tunggal Ika’. 5 November 2012.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar