Sabtu, 10 November 2012

Cari Pemimpin yang Bersukma Kerakyatan dan Tegakkan Ideologi “Keadilan Bagi Kaum Tertindas”

Carilah pemimpin negarawan yang bersukma kerakyatan dan menegakkan Ideologi “Keadilan Bagi Kaum Tertindas” dari para Nabi, Imam Hussain As., Napoleon, Gandhi-Nehru, Mao-Sun Yat Sen, Simon Bolivar, Che Guevara, Sukarno, Imam Khomeini atau Nelson Mandela. Lech Walensa dan kawan-kawan. Yang bersemboyan “Setia

p hati Assyura, setiap tempat di muka bumi Karbala.”

Jika kita mencari para pemimpin sejati bangsa, carilah di medan Kawah Candradimuka yang berdarah-darah Membangun Eksistensi Masyarakat Warga Sejati – Tegaknya Daulat Hukum dan Rakyat yang berkeunggulan kompetitif Madani, matang ber-‘civic culture – demokrasi’ dan berkeadaban, medan perjuangan bagi sebenar-benar tegaknya Daulat 'Res Publica - kepentingan umum' rakyat, menegakkan panji-panji ideologi kejujuran, sosialisme keadilan yang relijius, kebangsaan sejati, demokrasi hikmah kebijaksanaan dan negara kesejahteraan sehingga punya ‘outstanding’ sukma kerakayatan.

Bukan pada pemimpin-pemimpin ‘Indonesia Idol’ yang ikut besar dan dibesarkan dalam sistem bobrok yang busuk dan jahili ini.Lihatlah para Kyai yang kritis dan memberdayakan umat dan rakyat, lihatlah para Romo2 dan Rohaniawan yang berdarah-darah berkarya dengan ideologi berpihak pada kaum tertindas 'preferential option for the poor' lihatlah teman-teman pejuang kemanusiaan transenden pemberdaya basis-basis Masyarakat Warga - Civil Society yang dinista/diabaikan negara. Dan banyak lagi putra-putra terbaik bangsa yang otentik.

Kurang apa hebatnya Gus Dur dengan basis massa NU 40 juta orang, sodara2 non Islam, teman-teman Fordem, teman-teman pejuang kemanusiaan transenden Indonesia, dimata kolaborasi kaum penjajah baru 'elit-elit statusquo yang bermental feodal - biasa KKN dengan sistem gurita mafioso Kekaisaran Korporatokrasi Globlal dan Lokal', Gus Dur saja menjadi mainan yang tak berdaya. Apalagi ‘pemimpin Indonesia Idol’ berkelas 'manajer-dealer' yang bukan negarawan, dipastikan bakal bekerjasama lagi dengan kekuatan kolaborasi kaum penjajah baru 'elit-elit statusquo yang bermental feodal - biasa KKN dengan sistem gurita mafioso Kekaisaran Korporatokrasi Globlal dan Lokal' itu.

Mendidik Manusia Seutuhnya – Kecerdasan Spiritualitas Kesejatian, Etika Nurani, Emosi, Integritas Sosial, Budaya Bangsa dan ‘Civic Culture – Demokrasi’ Politik, Paradigma Pandangan Dunia “NASAKOMSOS – Kebangsaan Sosial Relijius”./ 22 Oktober 2012.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar